DOGIYAI – INFOPAPUA,My.Id. Wakil Ketua III DPRK Dogiya,Agustinus Pigai,S.IP Menegaskan di depan Polda Papua Tengah bahwa sebelum Kapolres Dogiyai Mince mayor ungkap pelaku pembunuhan polisi Edowai jangan kasih jabatan dan kasih Non Jobkan. Sebab,setelah Mince Mayor menugaskan sebagai Kapolres Dogiyai sampai hari ini,banyak masalah dan semua masalah itu belum terselesaikan dan belum ungkap pelakunya.
Memberikan jabatan (mutasi promosi) kepada seorang Kapolres di saat kasus besar di dogiyai belum selesai secara adil, sering kali dipersepsikan masyarakat sebagai “hadiah perpisahan” atau upaya menutupi kegagalan/kesalahan selama menjabat.
” legitimasi kepemimpinannya masih dipertanyakan Masyarakat dan wakil rakyat merasa ia belum “lulus ujian” dalam menangani krisis Dogiyai (kasus polisi Edoway + 5 korban masyarakat sipil Dogiyai ) sehingga tidak layak dinaikkan pangkat/jabatannya dulu”,Tegas Agus pigai dalam Ruangan Rapat Koordinasi Polda papua dan Pemda Dogiyai di ruang Rapat Polres Dogiyai.
Lanjut Pigai,Masyarakat khawatir jika Kapolres dimutasi/dinaikkan jabatannya sekarang, maka tanggung jawab atas kematian warga sipil akan “hilang” begitu saja bersama kepindahannya. Tidak ada lagi pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban di Dogiyai.
Masih lanjut Selaku Wakil Ketua III DPRK ini,biarkan Kapolres Mince Mayor tetap di posisinya sampai seluruh rangkaian proses hukum (baik untuk pelaku pembunuhan polisi maupun oknum polisi pembunuh warga) masuk tahap persidangan yang jelas”, Katanya.
Ia tegaskan Transparansi Proses Kapolda Papua Tengah perlu mengumumkan peta jalan (roadmap) penyelesaian kasus ini secara terbuka agar DPRK dan masyarakat tahu bahwa “penyelesaian” itu nyata, bukan sekadar pengakuan di atas kertas.
Ia mengingatkan bahwa di tanah Papua, keadilan adalah mata uang yang paling berharga. Jabatan, pangkat, dan mutasi tidak boleh lebih penting daripada nyawa manusia dan rasa adil masyarakat.

