November 4, 2026

Ibadah Syukuran HUT ke-64 KINGMI di Tanah Papua Klasis Kamuu Timur, Koor.Dogiyai.

DOGIYAI – INFOPAPUA,My.Id.Bertempat di Gereja (KINGMI) Klasis Kamuu Timur,Koordinator Dogiyai,Gedung Ibadah Golgota Idakebo dilaksanakan Ibadah Syukuran HUT KINGMI ke-64 pada Senin (06/04/2026),

Ibadah ini mengusung tema,”Pola Kehidupan Anak-Anak TUHAN Yang Sejati” (Matius 10:37-39)” dan Sub Tema: “Melalui HUT ke-64 Klasis Kamuu Timur, mari kita lebih mengasihi Tuhan dan tingkatkan pelayanan untuk memajukan gereja yang mandiri dan kuat, menuju 100 tahun KINGMI di Tanah Papua.”

Suasana & Kehadiran
Ibadah syukur ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita di halaman serta ruangan Gereja Induk Klasis Kamuu Timur di Idakebo.

Acara dihadiri oleh:Pimpinan Gereja: Bapak Pdt. Kaleb Pigai, S.Pd.K (Ketua Klasis Kamuu Timur), para Penasihat Klasis, dan Bapak Pdt. Yafet Tebai, M.Th, ( Penginjil),Undangan Khusus: Perwakilan Utusan Sinode KINGMI, Perwakilan Koordinator Dogiyai, dan tamu kehormatan Bapak Pdt. Marten Douw, MA., M.Pd.K (Ketua STT Walter Post Kampus II Nabire) serta Seluruh anggota dari 22 Jemaat di bawah Klasis Kamuu Timur memenuhi ruangan ibadah, menunjukkan antusiasme tinggi dalam merayakan milestones sejarah gereja mereka.

Sebagai Awal mulai Pembukaan Simbolis: Pelepasan Balon (09:20 WIT) Acara dimulai di halaman gereja dengan momen ikonik pelepasan balon ulang tahun. Dipimpin langsung oleh Bpk. Pdt. Marten Douw, pelepasan balon disertai doa dalam nama Trinitas (Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus) serta pepatah penuh syukur. Momen ini melambangkan doa-doa jemaat Klasis Kamuu Timur yang naik ke langit, berharap gereja terus berkembang pesat.

Selanjutnya pihaknya melanjutkan dengan Ibadah Inti & Liturgi Dipandu oleh Yanuarius Pigai, S.Pt, ibadah berjalan sesuai tata liturgi KINGMI:selanjutnya pemandu acara berikan kesempatan kepada Ibu Yulince Agapa, S.Pd.K,untuk memimpin Mars KINGMI membakar semangat kebangsaan dan kegerejaan jemaat.

” Laporan Panitia: Yusak Keiya, SE (Sekretaris Panitia) menyampaikan laporan transparan mengenai arus keuangan dan sumbangan “bamah” (dalam bentuk natura/uang) dari para donatur peduli gereja dan para umat 22 Jemaat yang ada.

Dilanjutkan dengan Refleksi Sejarah: Tayangan audiovisual berdurasi lebih dari satu jam mengajak jemaat mengenang kembali perjalanan heroik masuknya Injil ke Tanah Papua, mengingatkan akar iman mereka.

Dalam Menyoroti pola kehidupan anak Tuhan sejati yang berani meninggalkan segala sesuatu demi Kristus. Pesan ini sangat relevan dengan semangat kemandirian gereja KINGMI di Dogiyai seperti tertulis dalam buku alkitab Matius 10:37-39.

Pdt.Marten Douw mengungkapkan bahwa Mengatasi Ketergantungan: Untuk mandiri, gereja lokal harus berani “melepaskan” ketergantungan pada bantuan pihak luar (baik finansial maupun SDM). Semangat “kehilangan nyawa demi Kristus” diterjemahkan menjadi kerelaan berkorban memberi persembahan dan tenaga dari jemaat setempat, meskipun dalam kondisi ekonomi yang mungkin terbatas. Seperti laporan panitia tadi yang menyebutkan sumbangan “bamah”, ini adalah wujud nyata dari prinsip tersebut.

” Ketahanan di Tengah Tantangan: Dogiyai, seperti banyak wilayah di Papua, menghadapi berbagai dinamika sosial dan keamanan. Ayat tentang “memikul salib” mengingatkan jemaat bahwa tantangan bukanlah alasan untuk mundur, melainkan bagian dari proses pemuridan. Gereja yang mandiri adalah gereja yang tetap berdiri kokoh melayani meski dalam “lembah kekelaman”,Ujar dalam Khotbah.

Lanjutnya Fokus pada Misi, Bukan Kenyamanan: Dengan mengasihi Tuhan di atas segalanya, prioritas pelayanan bergeser dari sekadar kenyamanan ibadah menuju misi penginjilan dan pemberdayaan masyarakat. Jemaat didorong untuk keluar dari zona nyaman, menjangkau yang belum terjamah, dan membangun gereja dari akar rumput (seperti sejarah KINGMI yang lahir dari pedalaman)”, beber Pdt.

Usai penyampaian renungan,Diikuti dengan ruang pujian meriah dari Perkauan Klasis, gabungan siswa SD-SMA/K, dan Panitia HUT.

Selanjutnya,Doa Penutup: Dipimpin oleh Bpk. Pdt. Ernes Douw, S.Th (Wakil Penginjil).

Makna Spesial Perayaan Ini
Perayaan HUT ke-64 di Klasis Kamuu Timur,Koordinator Dogiyai ini bukan sekadar ritual tahunan. Di tengah dinamika sosial di Papua, acara ini menjadi bukti ketahanan iman dan persatuan. Kehadiran akademisi dari STT Walter Post (Pdt. Marten Douw) juga menegaskan komitmen KINGMI untuk terus meningkatkan kualitas teologi dan kepemimpinan gereja di pedalaman.

Semoga di usia ke-64 ini, Klasis Kamuu Timur semakin menjadi berkat bagi masyarakat Dogiyai, terus mandiri, dan kuat menatap visi 100 Tahun KINGMI di Tanah Papua.

( Reporter : Manfred Dumupa )

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *