November 5, 2026

Maraknya Kecelakaan di Papua Tengah Dipicu Peredaran Miras dan Lemahnya Penegakan Aturan Lalu Lintas.

Dogiyai, 21/03/2026.

Maraknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Papua Tengah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya para pemuda. Banyaknya korban kecelakaan yang sebagian besar berasal dari kalangan pemuda dinilai tidak terlepas dari dua faktor utama, yaitu peredaran minuman keras (miras) yang tidak terkendali serta lemahnya penegakan aturan lalu lintas.Pemuda Papua Tengah, Apner Semu, menilai bahwa kedua persoalan tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, khususnya aparat kepolisian. Menurutnya, tanpa langkah tegas dari pemerintah dan aparat keamanan, angka kecelakaan akan terus meningkat dan memakan korban dari kalangan generasi muda Papua.“Maraknya kecelakaan di Papua Tengah hari ini disebabkan oleh dua hal utama, yakni peredaran miras yang tidak terkendali dan lemahnya penegakan aturan lalu lintas. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Apner Semu.Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap peredaran miras perlu diperketat karena sering menjadi pemicu pengendara kehilangan kendali saat berkendara. Selain itu, penegakan aturan lalu lintas juga harus dilakukan secara tegas dan konsisten agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tertib di jalan raya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan jeli melihat kondisi yang terjadi di masyarakat dan segera melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan minuman keras. Pemerintah Provinsi juga dinilai memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat Papua Tengah dari bahaya minuman beralkohol yang selama ini menjadi salah satu sumber berbagai persoalan sosial di daerah.
Selain itu, Apner Semu menekankan pentingnya kesadaran dari kalangan pemuda sendiri agar tidak terlibat dalam konsumsi minuman keras. Menurutnya, setiap pemuda harus memiliki kesadaran diri untuk menjaga masa depan dan tidak terjerumus dalam kebiasaan yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun masyarakat.
Ia juga menyoroti perubahan sosial yang terjadi di Tanah Papua seiring dengan semakin bertambahnya pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kehadiran para pendatang seharusnya ikut berkontribusi dalam membangun daerah. Namun dalam kenyataannya, banyak yang datang lebih berorientasi pada kepentingan usaha dan keuntungan ekonomi semata.
“Orang-orang yang datang dari luar, termasuk dari Jakarta, seharusnya ikut membangun Papua. Namun yang terlihat saat ini lebih banyak datang dengan hitungan keuntungan dalam usaha mereka,” ungkap Apner Semu.
Di akhir pernyataannya, Apner Semu menegaskan bahwa generasi muda Papua harus berani mengambil sikap untuk melindungi diri dan masa depan mereka.
“Nyawa manusia Papua jangan terus digadaikan dengan minuman keras. Sudah saatnya kita semua menghentikan kebiasaan ini demi menyelamatkan generasi muda Papua,” tegasnya.
Menurutnya, jika persoalan peredaran miras dan lemahnya penegakan aturan lalu lintas dapat ditangani dengan serius, maka angka kecelakaan di Papua Tengah dapat ditekan dan keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda Papua, dapat lebih terjamin.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *