DOGIYAI – INFOPAPUA,My.Id.Pernyataan Kepala Bank Papua ini mencerminkan sikap hati-hati (prudent) namun tetap responsif terhadap dinamika keamanan di Dogiyai. Keputusan untuk belum membuka kembali kantor cabang tersebut didasarkan pada prinsip keselamatan aset, nasabah, dan pegawai.
Kepala Bank Papua Salestianus Katit Respon Terhadap Trauma Masyarakat.Ada sebagian masyarakat korban insiden sebelumnya yang secara eksplisit meminta bank tidak dibuka dulu. Mereka khawatir jika bank buka, justru akan memicu keramaian yang berpotensi menjadi target kerusuhan baru, dan mereka tidak ingin Bank Papua menanggung risiko tersebut sendirian.
” Keselamatan Pegawai (Safety First) Bank Papua berkomitmen melindungi tim kerjanya. Membuka kantor di tengah situasi yang belum “aman total” dianggap terlalu berisiko bagi nyawa pegawai dan keamanan aset uang tunai”, Ujar Salestianus Ketika Wartawan wawancara minta alasannya pada senin pagi,13/04/2026.
Lanjutnya,Fungsi Layanan Alternatif Untuk sementara waktu, layanan perbankan dialihkan ke Nabire. Ini menunjukkan bahwa Bank Papua tidak meninggalkan nasabah Dogiyai sepenuhnya, hanya memindahkan titik layanan ke zona yang lebih aman sampai situasi kondusif.
Jadi,sementara kami menunggu instruksi resmi dari Pemkab Dogiyai (Bupati/Wakil Bupati) yang menyatakan situasi sudah terkendali”Kata Kepala Bank Papua.
Ia juga menambahkan,bukan hanya izin pejabat, tapi juga penerimaan dari masyarakat luas. Jika masih ada gejolak atau ancaman, bank akan tetap tutup.
” adanya tenggang waktu “satu minggu” sebagai periode observasi. Jika dalam satu minggu ke depan situasi stabil, barulah rencana pembukaan akan dieksekusi”, beber Kepala Bank Dogiyai,Moanemani ini.
Pesan Tegas: Bank adalah Fasilitas Umum, Bukan Target.
Salestianus Katit menyampaikan pesan penting kepada semua pihak bahwa Netralitas Bank Papua adalah tempat pelayanan umum (public service) yang melayani semua kalangan tanpa memandang suku atau afiliasi politik.sehingga itu, diLarangan Ancaman.
Ia juga meminta agar dalam setiap kericuhan atau insiden di Dogiyai, Bank Papua jangan diancam atau dijadikan sasaran. Merusak atau mengancam bank sama dengan merugikan ekonomi masyarakat sendiri yang membutuhkan akses keuangan.
” Dengan berkomunikasi secara terbuka tentang alasan penutupan (bukan menutup-nutupi), Bank Papua, di Moanemani berusaha menjaga kepercayaan nasabah bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan bersama, bukan karena ketakutan semata”, Ujarnya.
Ia sampaikan Bank Papua Dogiyai saat ini dalam status “Standby Menunggu Kondusifitas”. Pintu mereka akan segera dibuka begitu Pemda Dogiyai dan Aparat Keamanan memberikan jaminan bahwa situasi telah aman 100% dan masyarakat siap menerima kehadiran layanan perbankan kembali.
Hingga saat itu tiba, masyarakat Dogiyai dapat mengakses layanan melalui kantor cabang di Nabire. Ini adalah bentuk tanggung jawab bank untuk tetap melayani tanpa membahayakan nyawa manusia”, Pungkasnya.

