Februari 22, 2026

Kapiraya dalam Bayang-Bayang Kepentingan Negara atas Emas dan Kekayaan Alam

Oleh: Apner Semu.

Konflik yang terus berulang di Distrik Kapiraya tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa antar masyarakat. Jika dicermati secara jernih, konflik ini bukan sekadar soal tapal batas atau gesekan sosial antar kelompok, melainkan ada bayang-bayang kepentingan besar yang mengitari wilayah ini — yakni kepentingan atas emas dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.Kapiraya berada dalam wilayah administrasi Papua Tengah, dengan keterkaitan langsung pada tiga kabupaten: Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Mimika. Wilayah ini dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang bernilai tinggi. Di tengah potensi tersebut, konflik justru terus terjadi dan dibiarkan berlarut-larut.Pertanyaannya sederhana: mengapa setiap kali konflik mencuat, pendekatan yang diambil lebih dominan pada aspek keamanan, sementara penyelesaian akar persoalan sosial dan hak masyarakat adat tidak pernah disentuh secara serius?Masyarakat melihat adanya pola yang patut dicurigai. Ketika wilayah kaya sumber daya alam mengalami instabilitas, maka ruang intervensi negara menjadi semakin luas. Negara dapat masuk dengan alasan stabilitas, keamanan, dan pembangunan. Namun di balik itu, siapa yang benar-benar diuntungkan?Konflik yang terjadi di Kapiraya telah mengorbankan rumah warga, rasa aman, serta tatanan hidup masyarakat adat. Sementara itu, langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten terkesan lambat dan tidak menyentuh substansi persoalan.Jika memang negara hadir untuk melindungi rakyat, maka yang harus didahulukan adalah keselamatan masyarakat, dialog terbuka antara pihak-pihak yang berkonflik, serta pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat atas tanahnya. Bukan pembiaran yang justru memperpanjang luka sosial.Kapiraya hari ini bukan hanya soal konflik lokal. Kapiraya adalah cermin bagaimana negara memperlakukan wilayah yang kaya sumber daya alamnya. Apakah negara hadir untuk keadilan, atau justru untuk kepentingan ekonomi yang lebih besar?Masyarakat tidak bodoh. Mereka membaca situasi. Mereka melihat siapa yang bergerak, siapa yang diam, dan siapa yang diuntungkan.Jika konflik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil dan transparan, maka kecurigaan terhadap kepentingan negara atas emas dan kekayaan alam Kapiraya akan semakin menguat.Kapiraya membutuhkan perdamaian yang bermartabat, bukan konflik yang menguntungkan segelintir pihak.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *